Hai, see you again !


I’m wondering with my blog, coz the last i posted is in 21’st February 2013. Yaa there is a long time…
almost 1 years, so many thinsg that happened in my life of course.
Nevermind, i still can memorize almost of them , so if i have enough time i’ll write it in here. I’ll try to write in English, to improve my English in writing, because 10 days later i’ll have an ielts test, hopefully i can break it down, and get a high mark ! aamiin >_<

Just left 1 week in February


astaghfirullah, Alhamdulillah.. Allahu Akbar.. 

count month by month… February just left 1 week. I don’t know what i feel. But it’ s true, its really makes me nervous

February, March, April, May, June, and………Ya Allah guide me please..

That you must to concern, not the rest of the time, but what can you do in the time you still have !

Gambar

Please, Keep in fight, keep in move on, keep calm, and believe thatt you can graduate in 2013

aamiin.. >_<

 

 

“Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At Taubah : 105)

Ketika Hati Lupa Meminta untuk Selalu Kau Temani


perjalanan ini akan terasa terlalu panjang dan melelahkan jika aku hanya sendiri..

karena kusadar, bukan hanya bahagia yang ada dalam hatiku..

tapi susah..khawatir..kecewa..bimbang..takut..

semua akan bermain.. dan Engkau permainkan dalam hidup setiap makhlukMu yang seringkali disebut sebut sebagai seorang ‘insan’

tapi.. segala rasa itu Kau-lah yang punya..

aku hanya seorang insan !

yang bisa marah, kecewa, khawatir, takut, dan bimbang..

tapi sekali lagi.. Kau yang punya hati dan rasa ini..

ketika mulai gejolak senandung dalam hati..

aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi

aku tenggelam dalam lautan luka dalam

aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang

maka mungkin ketika itu hati ini lupa meminta untuk selalu Kau temani

karena sesungguhnya..

aku tanpa Mu
butiran debu…

ketika belum ada teman yang bersedia menemanimu dalam luka dan papah saat perjalanan panjangmu..maka minimal..

mintalah hati ini untuk selalu Ia temani..”

 


-dwp-

terinspirasi dari lagu yg sedang cukup sering muncul di layar kaca

Just Go Home !


a conversation via text message

Me : “Mom How are you? :)”
Mom ; “Alhamdulillah, Mentally and physically healthy , but may be a little chaotic mind
Me : “Be patient mom.. >_<. What can i do for you??”
Mom : ” Just GO HOME ! i want to share with you, at least relieve some of the burden on the shoulders”
Me : T.T *mom if I could, I would go home..
but for now, may just be praying, which I send through His nights..

Seringkali Ia hanya butuh di dengar..
seringkali Ia hanya butuh diperhatikan..
Seringkali ia hanya butuh untuk didampingi..
Meski seringkali itu semua tak mampu menyelesaikan masalahnya..
But, Truly, it’s can make her better, make her burden in her shoulder is lighter
I’m sorry mom..

Let’s Be Stronger


Somebody : Mom make me stronger please T.T
Mom : Mom always had a beautiful dream, but often not given the opportunity to achieve it, that’s life, sometimes we have to choose, but more often must be tolerant to undergo what is in front of our eyes, even if we do not bring it. Be STRONG MY DAUGHTER !!! 🙂
with love, mom will always pray for you from afar
with the heart, the more misses
T.T

Yesterday is a story, Today is a gift, Tommorow is a mystery


a new strory, a new gift and new mystery for me..

Bulan ini, 3 hari yang lalu Allah memberikan kisah sebuah misteri umur, karena hanya Dia yang maha tahu akan kisah hari lalu, kini dan esok

Baru tahun ini aku memutuskan menghilangkan info sebuah tanggal yang sering orang lain bilang sebagai “hari lahir ku ke dunia” di facebookku. Karena benar, bukan hari itu saja yang bisa dijadikan momen pengingat semakin berkurangnya umur kita, tapi setiap hari , jam, menit bahkan detik harusnya bisa mengingatkan kita akan semakin kecil kemungkinannya waktu yang kita miliki untuk mempersiapkan perbekalan.

Namun, entah mengapa memang hari itu sering di jadikan oleh orang lain sebagai hari yang special, hari yang perlu di rayakan bahkan dengan pesta besar-besaran, kado yang banyak dan hal -hal yang menyenangkan lainnya.
Tahun ini berbeda kurasa.. sangaaaat berbeda.. dengan rasa syukur teramat sangat telah terjebbak dalam ukhuwah yang luar biasa ini, tersungkur dalam kasih sayang dan cintaNYa yang telah menyampaikan aku pada ruang dan waktu ini. Memutuskan tidak memajang info tersebut, ternyata bisa membuatku menangis hening karena ulah sahabat-sahabat dan keluarga yang luar biasa. Karena Allah telah memilihkan orang-orang yang luarbiasa yang bisa menjadi sahabat dan keluarga untuk menjadi pengingatku dalam kebenaran dan kesabaran dalam investasi waktuku di dunia ini..

(3)وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr, 1-3)

A story about me and my SUPEEEER Friends.. Family

***

Kisah pertama dari seorang sahabat, keluarga yang special Allah rangkaikan tali hatinya padaku sejak sekiranya 6 bulan lalu
Irine Praptiningtyas: Untuk ia yang makin dekat dengan ajalnya
Ini tulisan yang dibuat di sela-sela KP. (sempet-sempetnya!)
Kita terpisah jauh, day! huwaa~
Antara Serpong dan Taman Sari -____-”
Mungkin emang harus jauh kali ya. Kalo ga, irin bakal gengsi bilang sayang sama kamu. hehe
Ditulis dengan jutaan cinta karena-Nya, milyaran harap pada-Nya. Dan ya, ada rasa takut pula di sana.
Hari ini engkau milad, saudariku.
Alhamdulillah Allah masih memberimu umur hingga detik ini.
Aku senang! Ah, dayu milad! Berjuta ide liar pun segera datang. Mereka seolah berebut mengambil perhatianku. Berusaha memastikan diri sebagai sang terpilih untuk kulaksanakan di hari kepulanganku Kamis nanti ke Bandung. Aku pun mulai menyusun rencana. Memilih banyak barang yang akan kujadikan sebagai kado untukmu.
Tapi tiba-tiba, ada suara, saudariku.
“Lalu?”
Entah siapa. Tak ada orang lain selain aku di sini, saudariku.
Ah, ya. Ternyata ia yang besuara. Kepingan jiwa ini sedang bertanya.
“Lalu?”, tanyanya lagi.
“Lalu mengapa bila ia milad? Lalu mengapa pula kau merasa senang? Hari ini hanya hari di mana beberapa tahun yang lalu ia lahir ke dunia. Lalu? Tak lebih dari itu. Tak lebih. Tak ada yang patut dirayakan.”
Ah, aku tak sedang merayakan apapun. ini hanya salah satu bentuk syukur. Aku hanya ingin membuatnya merasa “ada”, diperhatikan, dihargai, dan disayangi. Itu saja. Aku sangat menyayanginya. Aku ingin ia merasakannya.
“Bohong!”. Ia membalas, saudariku. Ia marah. Ia sedih.
“Sayang? Pernahkah namanya ada dalam doamu? Pernahkah wajahnya terbayang dalam sujudmu? Pernahkah kesakitannya pun turut menyakitimu? Pernahkah? Atau kesakitannya hanya sanggup mendorong jiwamu yang bebal untuk memberi kalimat penghiburan ala kadarnya? Tanpa makna?”
“Pernahkah kau membawa saudarimu itu untuk lebih mendekati-Nya? Atau justru dalam keseharian, hanya cela dan keburukan yang sanggup ia lihat darimu? Saudara macam apa kau ini? Tak pantas sedikitpun kau menyematkan kata saudara antara kau dan dirinya saat kau tak sedikit pun membuatnya lebih dekat pada Rabbnya. Tak pantas.”
Lalu aku pun merasa sedih.
Ah, ia benar, saudariku. (Takut-takut kuketik kata “saudari” itu. Berharap masih ada sanggahan yang sanggup kuberikan)
Apa yang pernah jiwa ini berikan pada jiwamu?
Apa ia telah mengajak jiwamu untuk lebih mendekati pencipta-Nya? Apa ia telah menemani jiwamu dalam masa-masa sulitnya? Atau jiwaku justru hanya memberi kesempatan pada jiwamu untuk menujukkan sisi terburuknya?
Maka, segala rencana kejutan untukmu pun batal sudah. Diri ini merasa tak pantas. Diri ini merasa takut. Karena toh sejatinya, ia hanya bisa memberikan apa ia miliki. Dan kusadari satu hal. Ia belum memiliki apapun yang bisa kuberikan padamu sebagai kado terbaik, pengingat terbaik, atau apalah namanya.
Diri ini kembali tergugu.
Ah, ya!
Ada hal lain lagi yang membuatku resah, saudariku.
Ada hal lain. Yang jauh lebih besar.
Apa kau merasakannya, saudariku?
Ia mendekat. Tapi aku pun tak tahu kapan ia akan tiba.
Aku yakin kau pun merasakannya.
Janji itu akan segera tiba.
Bahwa tiap-tiap yang hidup pasti akan merasakan mati.
Janji kematian itu makin mendekat, saudariku.
Tanpa peduli apakah kita telah siap atau tidak.
Aku takut. Ya, aku takut. Betapa sangat terasa, jiwa ini masih begitu rapuh.
Kembali terbayang akan para sahabat yang justru rindu akan kematian dan perjumpaan dengan Rabb-Nya. Bahkan membandingkannya dengan jiwaku pun aku tak sanggup.
Terbayang banyak hal, saudariku.
Detik saat ajal kita telah datang.
Pernahkah kau membayangkannya?
Saat ia tiba, seperti apa kita nanti, saudariku?
Tersenyumkah? Atau justru ketakutan karena segala dosa ini akan segera diminta pertanggungjawabannya?
Lalu aku pun melirik “ransel perbekalanku”.
Ada, ada sesuatu di sana. Aku menarik nafas lega.
Kulihat kelelahanku karena aktivitas dakwah bulan lalu.
Kulihat kesabaranku akibat ujian minggu lalu.
Kulihat ini dan itu.
Aku pun lega. Paling tidak ada yang bisa kubawa nanti.
Tapi tiba-tiba saudariku, kulihat setitik cahaya hitam di sana. Tidak. Saat kulihat lagi dari dekat, ternyata itu noda hitam yang sangat besar. Dan ia menggerogoti segala amalku. Aku tak bisa menghentikannya.
Tiba-tiba muncul suara lain. “Ia kesombonganmu, riyamu, dengkimu, irimu, ketidakpedulianmu.”
Aku pun mulai takut saudariku. Perbekalanku membusuk. Aku tak punya apa-apa lagi.
Aku takut.
Tak ada satupun dari barang-barang tersebut yang kutahu pasti akan menyelamatkanku kelak.
Aku kembali tergugu.
Makin dekat pada ajal.
Makin dekat pada hari pertanggungjawaban.
Makin dekat pada hari pembalasan.
Maka, sudahkan kau siap saudariku?
Sudahkan kau lirik “ransel perbekalanmu”?
Barakallah, Dayu. Semoga ridha dan kasih sayang Allah selalu menemanimu. Selalu menjagamu. Aamiin.
Dari Irine, seseorang yang bersyukur akan hadirnya seorang Dayu dalam kehidupannya.
Ditulis pada 12 Juni 2012, pukul 13.08.
Kau tau, day?
Aku menulisnya di sebuah kursi yang hanya berjarak lima langkah dari lift. Orang-orang mulai memperhatikanku. Bertanya pada rekannya, mengapa aku menangis. Berasumsi ini itu. Tapi aku tak peduli. Bayangan kematian itu terlalu mengambil perhatianku.
Semoga pelukan dari Serpong ini sampai padamu di Bandung sana.
Me: Irineee.. T.T, subhanallah…
sebuah bentuk cinta dan rasa sayang terindah dari Allah sama dayu rin.. Allah telah memberikan kesempatan merasakan indahnya ukhuwah ini.. bertemu irine dan kawan2 lainnya di ITB ini untuk sama-sama berjuang di jalannya…
ingat sesuatu yang pernah kutemukan dalam pencarian..
“bahwa dalam dekapan ukhuwah, kutemukan jalan cinta untuk Yang Maha Cinta..” Sejatinya, ia bukan hanya sekedar membuatku lapang dalam sempit, atau merasa sangat antusias meski lelah, lebih dari itu semua, dalam dekapan ukhuwah mengajarkan kepadaku untuk lebih memahami bahwa persaudaraan yang kokoh berdiri adalah jawaban dari setiap pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita.. “Akankah kita mampu bertahan ?”…
Barakallahu fiik irine..
jazakillahu khoran katsir..
sadar setiap detiknya hari itu semakin dekat, semakin nyata, dan semakin menuntut perubahan menuju perbaikan diri dalam rangka mengumpulkan sebanyak2nya perbekalan..
Maka bantu aku untuk mengumpulkannya saudarikuuu..
Mari berlomba-lomba mengumpulkan perbekalan itu.. tapi jangn lupa untuk saling mengingatkan, menguatkan dan tentunya mendoakan.. supaya reuni disurganya nanti lebih rameee..
uhibbuki fillah
big hug

***

Kisah selanjutnya…datang dari kisah antara aku dan dia yang saat ini Allah menjadikannya selalu bersamaku dimanapun, kelas, amanah, makan, bahkan KP…
Syafitri A.S: Haha,, bahkan untuk mengucapkan milad pun aku maluu,, jadi sembunyi-sembunyi
barakallah fii umrik, dayuheee
semoga Allah membersihkanmu dari segala dosa, menjagamu dalam ketaatan kepadaNya, semakin dicintai Allah dan semakin dicintai orang-orang yg mencintai-Nya.. ^^
makasih ya dayuuuuu untuk semua yg kau berikan padaku selama 21 taun ini (walopun kenalnya baru beberapa taun, hehe)..
terima kasih atas pancaran sinar keimananmu, yg membuatku sedikit terlihat “bersinar” padahal itu tak lebih dari sekedar pantulan sinarmu..
terima kasih untuk selalu mendampingiku di kala kuliah, rapat, praktikum, kape, kulap, makan, jalan2,, juga di kala senang, sedih, gundah, marah, bingung..
terima kasih untuk kesabaranmu di setiap keluhanku, kekesalanku, kemarahanku, kekanak2anku, kelalaianku, kelemahanku,,
terima kasih untuk setiap senyumanmu, inspirasimu, nasihatmu, ketegaranmu, keteladanmu, kekokohan imanmu
terima kasih untuk ketidakbosananmu menemaniku..
salah satu hal yang paling aku syukuri adalah Allah menghadirkanmu sebagai teman seperjuangan dalam mengarungi derasnya arus perjalanan ini, dalam beratnya menapaki jalan dakwah ini.. serta menghadirkanmu dimana saja masalah itu datang, di kelas, di lab, di salman, di ruang utsman, di depan prodi
dan salah satu hal yang paling membuatku sedih adalah karna seringkali aku merasa tak pantas untuk menjadi saudarimu, merasa begitu tak pantas untuk mendampingimu dalam perjuangan ini, dan bahkan merasa sangat sangat tak pantas untuk mengatakan,,,
ana uhibbuki fillah ya ukhti..
jazakillahu khairan katsiran dayuu..
rasanya ingin memberikan sesuatu yg bisa membalas semuanya, tapi sk yakin Allah pasti akan membalasnya jauh lebih dari apa yg bisa sk berikan untuk dayu..
semangat, dayuheeee…!!!
cup cup muach
Me: aamiin…
waiyyaki sikaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….
terima kasih atas pancaran sinar keimananmu, yg membuatku sedikit terlihat “bersinar” padahal itu tak lebih dari sekedar pantulan sinarmu….
lebaaaay…
bukan siapa yang menyinari dan tersinari siik..bukan pantas ataupun tak pantas, setiap manusia yang tercipta di muka bumi ini pastilah Allah ciptakan dengan masing-masing kegunaan dan tanggung jawabnya..
aku ada diciptakan karena kau ad *geuleh..
heheh tapi seriusan.. ada nya kita satu sama lain saat ini berdampingan bersama dalam 1 rangkaian mimpi tujuan dan asa adalah murni atas kehendak dan kasih sayangNya.. tentunya untuk saling menyinari dan bersatu untuk menyinari duniaaaa…
uhibbuki fillah sika..
baraakallahu fiik
maafkan atas segala tindak tanduk tak terkendali oleh otak, yang mungkin kadang atau bahkan mungkin sering menyakiti, melukai dan menyayat hatimu..yang mungkin juga tak bisa kau ungkapkan kekhilafanku karena terlalu kakunya lidahmu atas nama hati yang kita anggap saling memahami ini..
afwan jidan..

***

Lalu..sahabat baru, kepala keluarga ‘kami’ –G1–
Adam Habibie: Dunia kini telah menawarkan gemerlap perhiasannya. Di sana ada sisi-sisi kehidupan yang mengancam kehormatan kaum wanita. Tak layak kita lalai menelusuri ancaman itu melalui untaian nasihat untuk mengingatkan setiap wanita muslimah yang menginginkan keselamatan dan kemuliaan.
Berbahagialah bagi wanita yang diberkan anugerah utk bisa berada di jalan yang diridhoi oleh Allah..
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Q.s. Ibrahim,7)
Selamat Menginspirasi!
#12 Juni
Me: Suubhanallah..alhamdulillah..
jazakallahu khairan katsir
Barakallahu fiikum
*Rasa syukur yang teramat sangat, ketika membuka facebook “beda” dari tahun2 sebelumnya, dengan cinta dan sayangNya Allah mengirimkan sahabat dan keluarga baru yang luar biasa..
sahabat dan keluarga yang dapat saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.
mengutip “Tak layak kita lalai menelusuri ancaman itu melalui untaian nasihat untuk mengingatkan setiap wanita muslimah yang menginginkan keselamatan dan kemuliaan”
terlalu PD kalau dngan yang kita sebut “kebaikan dan kebenaran ” ini cukup bisa mengantarkan kita bertemu denganNya, tanpa ia kita sebarkan..
Semangat MENYEBARKAN kebaikan !!!

***

Berikutnya.. kisah datang dari keluarga baruku.. sahabat baruku.. 3 muslimah luarbiasa inspirator duniaaku.. dan kelak insyaAllah dunia ini aamiin..
Pipit (si perempuan cahaya): hey teman satu geng
Miladuki sa’iidah dayu sayang
semoga limpahan kasih sayang Allah selalu menemani hari2mu..
*asiiiik, berarti ngebaso jadi dong
panggil pasukan dlu Antika Anggraeni Gera Embun Ulma’awi Rosie Maharani Sajjana Carita
Comment: Ahmad Haris Muhtar– wah… ternyata Pipit punya geng…
Pipit Fitriani– punya dong, namanya geng salman
Rosie Maharani– oalah to day, day, . . wis tua ya. .
sm0ga sisa hidupmu brkah ya..aamiin..
ayo mbakso. mumpun aq durung bali day
Dayu Wiyati Purnaningtyas– aamiin jazakumullah genster salmaaan.. *kecuali Haris bukan anggota geng…semoga begitu pula untuk rekan2 sekalian..
hehehe.. kangen berbagi inspirasi lagi..mentoring lagi dengan Pipit sbg sang mentor.. >_< Rosie Maharani, Sajjana Carita, Antika Anggraeni, Gera Embun Ulma’awi
Pipit Fitriani– hehe..
iya jg ya kerjaan qt dlu mentoring2an
msh inget tema favorit mentoring nya?
Dayu Wiyati Purnaningtyas– ehehehe
Ahmad Haris Muhtar– pasti temanya itu kalau Pipit mentornya… ckckck..
bisa gabung geng?? *eh
Pipit Fitriani– apa Haris ?? -_-
maaf sdh sehati qt jd tdk merekrut lagi yg lain
Dayu Wiyati Purnaningtyas– afwan jidan Ahmad Haris Muhtar…
Antika Anggraeni –halooooooooooooooooooooooooo
assalamu’alaykum semuaaaa, jumpa lagi bersama saya disiniiii

huhuhuhu begituuu indah.. ternyata kisah hari ini adalah lanjutan kisah masa lampau.. Geng ini, lingkaran mentoring2an di K-05 menjadikan lahirnya muslimah-muslimah tangguh Rosie as Kepala Annisaa Keluarrga Mahasiswa Muslim Matematika, Pipit as Kepala Annisaa Keluarrga Mahasiswa Muslim Fisika, Antika as Kepala Annisaa Keluarrga Mahasiswa Muslim Kimia, Uun as guru les privat hebat dengan job nya yang banyak dan luar biasa membuatnya semakin luarbiasa, and the last but not the least Ita as Mapress Matematika dengan segudang juara olimpiadenya, medalinya dan pengalamannya mengajar olimpiade di seluruh penjuru Indonesia bahkan dunia.. Subhanallah.. Alhamdulillah.. Allahu akbar !!!

***

Unni shelli (si perempuan hobi kucing): Dayu sayaaaang,
semakin berkurang umurmu hari ini nak (sebenernya tiap detik juga semakin berkurang sih, tapi ntah kenapa momentum tiap tahun ini selalu menjadi perhatian tersendiri),
semoga Allah menjadikan dayu semakin bijaksana, semakin dewasa, dan kaya kata gamais itb full (dibawah), selamat menginspirasi muslimah2 dunia *punya feeling dayu bakal jadi inspirator muslimah tingkat internasional nih*,
mmm, kalo doa2 lain mah dayu ga usah tau ya, kan supaya lebih afdol, hehe
barakallahu laki fi umriki dayu.. (nyulik kata2 haris di postingan lain) ^^
Uhibbuki fillah ^^
Me: aamiin Ya Allah… >_< jazakillahukhoir uniiiiiiii Shelli ku sayaaaaaaaaaang…
semoga begitu pula untuk unni.. ^o^
unii baik baik yaa di kalimantan sanaaa.. jangan kangen..
satuhal terindah telah terjebak dalam ukhuwah yang begitu luar biasa ini.. alhamdulillah
Ami (si perempuan takut kucing yang lembut kali hatinya):Dayuuuu, ami hari ini ga nyadar,
tapi kan bener kata Shelli, tiap detik umur kita emang berkurang, kenapa cuma ga sadar yang hari ini yang dianggap parah..
Jadi intinya, Ami sayang dayu. Semoga seiring berkurangnya umur dayu, semakin bertambah amal kebaikannya, semakin dicintai dan mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan semakin siap menginspirasi dunia, aamiin
Me: aamiin… Barakallahu fiik..insyaAllah tanpa dayu memintapun doa2 itu sudah allah kembalikan pada diri teman2 superku..
iya Rahmi, unni.. tiap detik gak kerasa ya sisa umurnya makin berkurang.. mari berlomba2 mempersiapkan bekal.. ^^ *jangn lupa juga meskipun lagi lomba..saling mengingatkan, menguatkan dan mendo’akan juga.. kan kalau besok bisa reuni lagi di surga jadi rameee..
Unni shelli: hmmm, kalian ini ya, kecil2 selalu bisa bikin aku tersenyum lebar kalo ngebaca tulisan2 kalian yang ‘besar’ maknanya ^o^

***

Nah selanjutnya dari perempuan inspiratorku juga..tetehku sayaang..


Tah Herafi: with a nice picture, she said

ehm. gantian
assalamu’alaykum.
semoga usianya berkah.. ^^
semoga, semain bertambahnya bilangan umur, bertambah pula bilangan perbaikan dan kebaikan yang dilakukan.
semangat berkarya Dayu ^_^
semoga selalu bertambah semangat berjuang meraih ridha-Nya

***

Lalu doa dari komunitas yang luar biasa with nice picture design by Sarah: 12.06.2012 ♥ mba Dayuuuuuu~ semoga tambah sholihah, usianya semakin berkah, sukses dunia akhirat dan keep beauty inside inspiring outside! ^o^
Dari keluargaku, Keluarga Mahasiswa Muslim Kimia with tulip pict design by Antika: Semoga dimudahkan dan diberi kelancaran dalam segala amanahnya, semoga senantiasa sehat dan tak lupa bersyukur. Dimudahkan juga KPnya, semoga semakin shalehah

***

Dan terakhir dari keluarga baruku.. Keluarga Mahasiswa Islam ITB:untuk Kepala Annisaa Gamais ITB 2012, Dayu Wiyati Purnaningtyas..
Selamat Menginspirasi muslimah-muslimah dunia, khususnya di ITB.
semoga makin berkibar dunia dakwah dari sisi peran muslimah.
semoga Allah teguhkan azzam pada diri dayu hingga bisa bermnfaat bagi sekitar.
aamiin…
12 Juni ini semoga bisa menjadi momentum kebangkitan dan prestasi.
semoga usianya berkah dan selamat hingga nanti berjumpa di syurga Nya
A1 Gamais ITB 2012, Barakallaahu laki^^
#12juni2012

Subhanallah…tak pernah aku menuntut dan meminta untuk berada dalam sebuah lingkaran ukhuwah penuh cinta dan kasih hanya karenaNya ini.. inilah bentuk rasa sayangNYa padaku..Sungguh tak adil kalau sampai segala yang kuperbuat di dunia tak kusembahkan hanya untuk Sang Maha Cinta

Karena dengan CintaNya..jantung ini masih berdegup
Karena cintaNya..nafas ini masih berhembus, dan denggan bebasnya kuhirup oksigen di udara..
Karena dengan Cintanya..hati ini masih bisa merasakan berbagai permainan hati dariNya..
Karena Cintanya.. mata ini masih bisa melihat keindahan semu dunia ini..
Karena dengan cintaNya aku masih diberikanNya sisa umur demi mengumpulkan perbekalan untuk misteri hari keabadian esok..

2012, June 12 +3 ^o^